Tag: rutan kendari

Siapakah DarkBit?Siapakah DarkBit?

Siapakah DarkBit?

Kelompok ‘DarkBit’ sendiri belum dulu diketahui keberadaannya. Namun, mereka menambahkan sejumlah arahan tentang obyek mereka di catatan tebusan, dan juga saluran Twitter dan Telegram.

Motif group selanjutnya terhitung tampak beragam. Mulai berasal dari pemakaian tagar #HackForGood di bio Twitter hingga pesan anti-Israel yang muncul di catatan tebusan, dan juga menyerukan PHK di industri teknologi.

Saat menyerang Israel dikarenakan menjadi “rezim apartheid”, DarkBit idamkan menyebabkan mereka membayar untuk “kejahatan perang pada kemanusiaan” dan “pemecatan pakar berketerampilan tinggi”.

“Saran baik untuk perusahaan teknologi tinggi: Mulai sekarang, berhati-hatilah saat Anda mengambil keputusan untuk memecat karyawan, terlebih yang geek,” kata DarkBit didalam sebuah tweet.

Bergantung pada bagaimana seseorang menafsirkan kata-katanya, serangan itu tampaknya merupakan langkah DarkBit untuk membalas dendam atas PHK yang bisa saja berdampak pada anggotanya.

Komentar Analis

Pelaku ancaman tampaknya menyiratkan bahwa memberhentikan karyawan pakar tanpa laksanakan uji tuntas dapat menimbulkan ancaman pada postur keamanan organisasi.

Beberapa karyawan yang diberhentikan (dan tidak puas) bisa saja mengenal orang didalam yang amat mungkin mereka mendapatkan akses lebih gampang ke jaringan computer organisasi apalagi setelah PHK.

“DarkBit telah berubah berasal dari hacktivist, menjadi group ransomware dan sekarang menjadi mantan karyawan yang tidak puas,” ujar analis keamanan siber Dominic Alvieri.

Kelompok selanjutnya mengancam bakal mengenakan penalti 30% di atas permintaan duit tebusan jika Technion tidak sepakat untuk membayar.

Selain itu, DarkBit memperingatkan bakal menjual data yang dicuri setelah lima hari ke depan.

Kelompok hacker ransomware baru dengan nama ‘DarkBit’ menyerang Technion atau Institut Teknologi Israel, keliru satu universitas riset terkemuka di negara tersebut.

Dalam serangannya, DarkBit menyampaikan pesan yang memprotes maraknya PHK di industri teknologi dan mempromosikan retorika anti-Israel. Pelaku serangan menuntut duit tebusan US$ 1,7 juta.

Institusi akademik yang berbasis di Haifa itu sedang laksanakan aktivitas tanggap insiden untuk menentukan area lingkup dan penyebab serangan tersebut.

“Technion berada di bawah serangan dunia maya. Cakupan dan pembawaan serangan itu sedang diselidiki,” kata perwakilan universitas melalui pengakuan yang dirilis didalam bahasa Ibrani, dikutip berasal dari rutankendari, Jumat (17/2/2023).

“Untuk laksanakan proses pengumpulan Info dan penanganannya, kita mengfungsikan tenaga pakar terbaik di lapangan, baik di didalam maupun di luar Technion, dan juga berkoordinasi dengan otoritas terkait. Technion secara proaktif memblokir seluruh jaringan komunikasi pada step ini,” sambungnya.

Sebuah permintan tebusan berasal dari group ransomware ‘DarkBit’ baru ditinggalkan di proses universitas, di mana penyerang meminta 80 Bitcoin atau kira-kira US$ 1.745.200 untuk mengakses dekripsi.

Serangan ini bisa saja berlangsung pada 12 Februari 2023. Meskipun proses online universitas Israel bisa saja terpengaruh, operasional universitas universitas selamanya berlangsung seperti biasa.

“Aktivitas di universitas bakal selamanya berlangsung seperti biasa, jika ujian yang ditunda. Kami bakal konsisten menambahkan Info terkini jika kita punya lebih banyak informasi,” kata universitas.

Meskipun proses komputasi teknis (termasuk Office 365, Zoom, dan Panopto) secara bertahap dipulihkan, respons insiden serangan hacker konsisten berlanjut.